27/02/14

Kloning Pada Katak



TUGAS
KULTUR SEL DAN JARINGAN

1.      Bagaimana prinsip utama kloning yang dilakukan pada sel katak ?

Kloning pada sel katak ini pertama kali dilakukan oleh John Gurdon pada tahun 1962 dengan menggunakan katak jenis Xenopus laevis . Kloning ini dilakukan dengan cara mengambil sel telur katak yang belum dibuahi dan menghancurkan nukleusnya dengan radiasi. Setelah nukleusnya hancur, inti dari sel telur diganti dengan inti dari sel tubuh. Dalam percobaan yang dilakukan oleh John Gurdon, inti sel diambil dari nukleus sel usus katak betina yang sejenis, maka akan terbentuk individu baru. Zigot ini nantinya dipelihara dalam medium pembiakan .
Kloning pada sel katak ini termasuk dalam kloning reproduksi yang berarti kloning yang dilakukan untuk menghasilkan individu baru dengan menggunakan teknologi SCNT. Genetika individu klon tidak seluruhnya memiliki kesamaan dengan sang induk, persamaan genetika individu klon dengan induknya hanya terletak pada inti DNA donor yang berada di kromosom. Individu klon juga memiliki material genetik lainnya yang berasal dari DNA mitokondria di sitoplasma.

13/02/14

Mengenal Lebih Dekat Cendet

Bentet kepala hitam
      Burung bentet ini memiliki banyak nama daerah yang berbeda-beda diantaranya toet, pentet, cendet, dan papa. Sebutan burung papa karena burung ini terlihat bergairah dan penuh kesedihan saat di alam bebas. Burung ini termasuk dalam family Laniidae atau burung paruh bengkok berekor panjang.
       Burung ini biasanya dapat ditemukan di daerah hutan terbuka berhawa panas, kebun cengkih, kebun tebu, dan kebun-kebun penduduk. Tetapi, untuk saat ini burung bentet jarang ditemukan di daerah perkebunan penduduk, untuk saat ini bentet lebih memilih hidup ditempat-tempat yang ekstrem yang jarang dikunjungi oleh manusia. Burung tersebut dapat ditemukan disekitar kita mungkin hanya dalam jumlah yang sedikit tidak banyak seperti tahun-tahun sebelumnya. Berkurangnya jumlah burung bentet ini diakibatkan karena adanya penangkapa secara liar untuk kebutuhan pribadi seperti diperjual-belikan sebagai burung periharaan. Sementara untuk saat ini belum banyak yang mampu mengembangbiakan burung bentet diluar lingkungan aslinya.
Bentet Kelabu
      Dalam mencari makan bentet sering dijumpai sendirian dan sangat jarang dijumpai berpasangan. Burung ini makan serangga jenis besar, kumbang, belalang, dan tonggeret. Bentet memiliki karakter ganas tetapi burung tersebut memiliki warna bulu yang menarik dan ekornya yang panjang. Bentet juga termasuk tipe burung yang cerdas karena mampu menirukan suara burung lain yang didengarnya. Berikut ini suara burung bentet bisa didengarkan disini.

Sumber: Sebagian isi dikutip dari buku '' memelihara 42 BURUNG OCEHAN populer''  Rusli Turut.

06/02/14

MEKANISME PERTAHANAN TUBUH TERHADAP PATOGEN



A.    Mekanisme Pertahanan Tubuh Terhadap Bakteri
Respons imun terhadap bakteri ekstraseluler bertujuan untuk menetralkan efek toksin dan mengeliminasi bakteri. Respons imun alamiah terutama melalui fagositosis oleh neutrofil, monosit serta makrofag jaringan. Lipopolisakarida dalam dinding bakteri Gram negatif dapat mengaktivasi komplemen jalur alternatif tanpa adanya antibodi. Hasil aktivasi ini adalah C3b yang mempunyai efek opsonisasi, lisis bakteri melalui serangan kompleks membran dan respons inflamasi akibat pengumpulan serta aktivasi leukosit. Endotoksin juga merangsang makrofag dan sel lain seperti endotel vaskular untuk memproduksi sitokin seperti TNF, IL-1, IL-6 dan IL-8. Sitokin akan menginduksi adesi neutrofil dan monosit pada endotel vaskular pada tempat infeksi, diikuti dengan migrasi, akumulasi lokal serta aktivasi sel inflamasi. Kerusakan jaringan yang terjadi adalah akibat efek samping mekanisme pertahanan untuk eliminasi bakteri. Sitokin juga merangsang demam dan sintesis protein fase akut.
Terdapat 4 mekanisme pertahanan tubuh alami  terhadap pathogen yang akan masuk kedalam tubuh, yaitu pertahanan fisik, mekanik, kimia, dan biologis.

05/02/14

HORMON PADA TUMBUHAN





A.    Hormon Pada Tumbuhan
            Hormon merupakan zat pengatur pertumbuhan yang berupa molekul organik yang dihasilkan dari suatu bagian tumbuhan dan ditransportasikan ke bagian lain yang dipengaruhinya.  Hormon pada konsentrasi rendah menimbulkan respon fisiologis yaitu proses yang terjadi merupakan proses fungsional pada tingkat seluler dan mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Hormon pada tumbuhan dibedakan atas 2 kelompok hormon yang diantaranya adalah hormon pemicu pertumbuhan dan hormon penghambat pertumbuhan. Hormon pemicu pertumbuhan terdiri atas auksin, giberelin, sitokinin, gas etilen, hormon kalin dan asam traumalin. Hormon Penghambat pertumbuhan terdiri atas asam absisat. Berikut ini penjelasan dari hormon-hormon tersebut :

Menikmati Sunset Di Danau Lorulun Saumlaki

Susana menjelang senja di Danau Lorulun dari atas rumah panggung Membuang penat itu perlu, apalagi saya sebagai seorang perantau, me...